Senin, 29 Agustus 2011

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

Kepada semua teman, sahabat dan saudara-saudara yang merayakannya, kami sekeluarga mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 Syawal 1432 H. Mohon juga maaf lahir dan batin atas segala kesalahan, kekeliruan dan kelemahan kami yang membuat anda sekalian merasa tersakiti, merasa tidak enak dan tidak nyaman. Semoga Allah yang Mahapengasih dan Mahapenyayang mengasihi dan menganugerahi kita dengan berkahNya yang berlimpah. Amin.

Selasa, 26 April 2011

SELAMAT HARI RAYA PASKAH

Dengan rasa gembira dan penuh kepercayaan kami sekeluarga mengucapkan SELAMAT HARI RAYA PASKAH tahun 2011. Semoga kebangkitanNya membangkitkan kita semua untuk lebih beriman dan melaksanakannya dalam hidup kita sehari-hari. Semoga berkatNya selalu menyertai kita semua.

Minggu, 07 Maret 2010

Sabtu, 19 Desember 2009

Selamat Hari Natal 2009 dan Tahun Baru 2010

Kepada semua teman-teman yang merayakan, kami sekeluarga menghaturkan selamat Hari Natal 2009 dan Tahun Baru 2010. Semoga berkat dan kasih Tuhan kita yang Mahamurah dan Maharahim selalu dilimpahkan kepada kita semua, khususnya di tahun yang baru ini.

Senin, 13 Juli 2009

HARI PERTAMA ARJUNA SEKOLAH DI SD

Apakah hari pertama sekolah itu sesuatu yang istimewa? Jelas, saya merasakannya. Pagi ini saya mengalami kemacetan lalu lintas yang luar biasa, khususnya di jalan dimana ada sekolah-sekolah favorit. Saya juga tidak mendapat tempat parkir di kantor sekolahku sendiri, sehingga saya keluar lagi dan pergi ke gedung SMP-SMA dimana saya bisa mengambil foto-foto Masa Orientasi Siswa.

Saya juga teringat bahwa pagi hari ini Mario Arjuna harus bangun pagi-pagi setelah boleh bermalas-malas selama satu bulan liburan. Mulai hari inilah dia sekolah di SD Van Lith 2 Jakarta Timur. Keraguan jelas tampak di tindak lakunya. Di hatinya pasti ada beribu pertanyaan tentang apa yang akan dialaminya pada hari ini. Biasanya ketika dia masih bersekolah di TK St Anna, dia terbiasa teratur. Minum susu, mandi, sarapan pagi dan sebelum mengenakan pakaian seragam dia buang air lebih dahulu. Pagi ini dia tampak segan untuk melalui ritual paginya. Dia tidak mau ke toilet terlebih dahulu sebelum mengenakan seragamnya. Ya, sudahlah! Tetapi ketika dia telah mengenakan pakaian seragamnya yang baru, dia tampak bangga. Benar, dia juga jadi tampak sudah besar. Ketika dia dipuji, dia langsung mengatakan bahwa memang dirinya sudah besar!

Mudah-mudahan kebanggaan akan dirinya akan mendorongnya untuk belajar sebaik-baiknya dan berhasil sebagaimana pakde, bude dan ibunya dahulu.

Selasa, 30 Juni 2009

GAMBAR BERANDA MUKA MULTIPLYKU

Rasanya setiap orang yang menikmat Beranda Multiplyku pasti sudah memperhatikan patung tokoh-tokoh kemerdekaan Amerika Serikat di atas yang dipahat pada sebuat perbukitan. Benar bukan? Tapi pernahkah anda melihat bagian belakang perbukitan ini? Anda pasti belum melihatnya, karena saya tidak memasangnya di Beranda Multiplyku. Jika anda ingin melihatnya, silakan lanjutkan melihat gambar di bawah ini!

He,he,he,he !

Kamis, 02 April 2009

Selamat Hari Paskah

Bagi teman-teman, rekan-rekan, saudari-saudara dan siapa saja yang merayakannya, kami ucapkan Selamat Hari Raya Paskah th 2009. Semoga karenanya kita semakin lebih mampu mengabdikan diri kita kepada Tuhan, negara dan masyarakat kita.

Senin, 23 Maret 2009

Murid Taman Kanak-kanak ke Kidzania?









Pertanyaan ini sempat muncul pada banyak orang, termasuk saya sendiri. Anak-anak TK memang masih sangat kecil. Lalu apakah mereka mampu mengerti tentang peranan apa yang dilakukannya di Kidzania? Jelas sekali di stand dokter gigi, ketika petugas menjelaskan yang dilakukan oleh dokter gigi, banyak anak malahan melihat kesana kemari dan tidak mendengarkan penjelasan yang diberikan. Ketika diberikan penjelasan mengenai tugas pemadam kebakaran, anak-anak TK tidak konsentrasi, memperhatikan dengan penuh. Ketika diajari mempersiapkan burger, malahan dikiranya rotinya untuk langsung dimakan. Begitu pula di stand pekerja setasiun pengisian bahan bakar dan di gerai telkomsel. Yah, anak yang masih terlalu kecil belum mampu berkonsentrasi!
Sebaliknya kita ingat di kampung dulu memang tidak ada Kidzania. Tetapi bukankah kita juga dulu dagang-dagangan, memakai uang dari kertas atau daun-daunan. Kita juga bisa jadi tentara, lalu main perang-perangan. Bukankah kita juga sering bermain peran sebagai polisi dan penjahat, sebagai petugas penagih utang, atau jadi imam yang mempersembahkan misa, lalu teman-teman lainnya jadi putra altarnya atau umatnya. Kita telah menciptakan permainan peran sendiri yang murah dan mudah dilakukan karena tidak menuntut persyaratan yang bermacam-macam.
Permainan-permainan itu ternyata berpengaruh kepada hidup anak di kemudian hari. Ada yang ingin menjadi pedagang, polisi, tentara, pegawai bank, menjadi pastor atau pendeta atau bahkan menjadi raja. Gara-gara main-main, akhirnya jadi sungguh-sungguh. Itulah juga fungsi Kidzania. Biarlah anak mencoba bermain di sana. Biarlah mereka merasakan peran apa yang rasanya paling menarik dan paling membanggakan, walaupun kadang-kadang belum mengerti sepenuhnya. Kita dapat melihat bagaimana bersungguh-sungguhnya anak-anak itu berperan sebagai dokter gigi, sebagai pemadam kebakaran dan sebagai pembuat burger yang kemudian menyelesaikan burgernya. Ketika kita menanyai tentang apa yang dilakukan, mereka menjelaskan dan merasa bangga karena bisa memadamkan kebakaran. Mereka juga sangat bangga melihat foto-foto mereka dalam seragam petugas telkomsel, photographer, pembuat pitza. Jangan lupa mereka mempunyai daya khayal yang sangat tinggi. Khayalan ini yang akan memotivasi mereka untuk membentuk dan kemudian berusaha menggapai cita-citanya.

Rabu, 18 Maret 2009

Ke Kebun Binatang Ragunan dengan Transjakarta










Bepergian ke Kebun Binatang Ragunan tentu bukan sesuatu yang aneh atau istimewa bagi anak-anak di Jakarta ataupun di Bekasi. Tetapi bepergian ke sana dengan mengendarai kendaraan umum pasti tidak dialami oleh semua anak. Banyak orang tua tidak membiasakan atau bahkan melarang anaknya pergi dengan menggunakan kendaraan umum. Keadaan di Jakarta membuat mereka bersikap begitu. Tentu saja ini dikarenakan tanggung jawab dan kecintaan mereka terhadap anak-anaknya. Karena itulah Pramuka di sekolah kami berinisiatif mengajak anggota-anggota Pramukanya pergi ke sana dengan menggunakan kendaraan umum. Tentu saja ini merupakan pengalaman yang luar biasa bagi banyak anak yang tidak biasa menggunakan kendaraan umum.
Pada hari Sabtu tanggal 7 Februari 2009, Pramuka dari SMP Pax Ecclesia berlatih di kebun binatang Ragunan. Kami berangkat pukul 06.00 dengan menaiki angkot menuju Halte Busway Matraman. Di sana kami langsung membeli karcis dan tak lama kemudian naik bus Transjakarta. Kami berangkat dalam satu bus beserta Pramuka dari SD Maria Fransiska. Bus ini khusus untuk kami, karena itu kami dapat langsung ke Ragunan, tak usah berganti bus lagi.
Sampai Ragunan, kami berbaris masuk Kebun Binatang. Sebelum melakukan kegiatan, kami beristirahat dan makan di dekat kolam pelikan. Setelah itu barulah kami mulai melakukan kegiatan. Setiap regu ditugaskan untuk mengunjungi pos-pos dan melaksanakan tugas yang diberikan. Ada 5 pos, yaitu ada menyanyikan lagu, tali temali, laporan, sandi, dan menggambar pemandangan. Setiap regu juga harus mempunyai yel-yel. Pokoknya mengasyikkan sekali.
Selesai melaksanakan tugas, kami mengikuti foto bersama. Lalu tibalah acara bebas. Kami diberi waktu satu jam untuk melihat-lihat hewan atau melakukan kegiatan lainnya. Ada yang senang melihat-lihat hewan, naik sepeda tandem, makan, ada pula yang sekedar berjalan-jalan. Kami juga melihat bermacam-macam hewan. Seperti jerapah, harimau, gajah, burung dan lain-lain. Yang paling menyeramkan adalah ular phyton, ular cobra dan ular-ular belang. Dua yang terakhir ini sangat berbisa. Beberapa dari kami sempat berpose dengan kak Hardi yang bersedia memanggul ular phyton yang sangat berat itu.
Setelah acara bebas selesai, kami segera menuju ke halte busway untuk pulang. Kami menaiki bus Transjakarta menuju ke Matraman. Di Matraman kami pindah ke bus Transjakarta lain untuk bersama penumpang umum lainnya menuju ke Kampung Melayu. Dari sana kami melanjutkan perjalanan dengan mikrolet menuju Galaxi. Akhirnya sampai juga di Galaxi. Perjalanan hari ini pun selesai. Menurut saya kegiatan ini sangat mengasyikkan. ( PASCALIS VIIIA )

Minggu, 05 Oktober 2008

PEKAN KEKERABATAN 8 DALAM KENANGAN PREVIANTO PRADIPTA (VITO)



HARI PERTAMA

Pada saat mau berangkat ke Gunung Geulis kami bersiap-siap terlebih dahulu kami mendapat kaos kontingen dan topi khusus kontingen kami lalu kami berlatih yel-yel kontingen Jakarta memasukkan barang –barang ke truk lalu berdoa dan kami langsung naik ke truk.
Tidak terasa sudah 1 jam berlalu kami sampai di Gunung Geulis. Kami menurunkan barang-barang, dilanjutkan makan dan berjalan-jalan. Lalu kami diberi scarf, buku peserta dan tenda. Setelah itu regu kami ada yang mendirikan tenda dan juga ada yang bersantai. Setelah tenda didirikan kami langsung memasukkan barang-barang ke tenda dan bermain-main tetapi ada juga yang istirahat atau tidur.
Malampun tiba, sebuah malam yang kurang menyenangkan karena hujan dan tenda kami kemasukan air sehingga kami mengungsi ketenda lain maupun ketempat secretariat. Saat itu ada yang bercanda tawa ada juga yang ketiduran saat duduk.
Waduh gawat hujan ternyata sampai larut malam akhirnya ada yang membawa kardus dan karpet untuk tidur di sleeping bag, ya… itu karena terpaksa, karena tenda sudah banjir karena banyak air masuk. Akhirnya kami bisa tidur.

HARI KEDUA

Lalu kami bangun saat pagi hari. Waduh gawat buku pesertaku hilang karena aku terlalu sibuk mencari koperku yah buku pesertaku jatuh deh dari kantungku dan hilang entah dimana ya karena koperku tertiban dengan tas-tas yang lain. Setelah koperku ketemu aku langsung menyiapkan baju dan alat mandiku yang ada di dalam tas kecil khusus peralatan mandi. Setelah selesai kami membuat kayu setelah itu kami harus menyelesaikan tugas yaitu ke Religious Activity. Disana kami membuat kaset yang di tempelkan gambar-gambar keagamaan. Lalu kami ke scouting skill, disana kami diberi tugas-tugas seperti membuat puzzle, kemudian kami di suruh menggunakan kompas menuju ke pohon kecil dan kembali menggunakan kompas sampai menuju ke pohon kelapa. Disana kami ditugaskan untuk mencari suatu kode dari beberapa kode. Ternyata kode kami tidak ada di pohon itu maka kami mengambil kode yang lain dan membaca kode itu. Pada kode itu tertulis “pergilah mencari kakak tanda angka 7 dan cari kakak penegak disana”. Disana kami ditugaskan untuk mengarsir beberapa huruf yang ada disana seperti huruf “U, V dan W”. Kemudian kami disuruh kembali ke pos 2. Di pos 2 kami ditugaskan memecahkan suatu sandi yang tidak kami kenal. Kakak penegak yang ada disana memberi penjelasan tetapi tidak detail. Jadi saat mengerjakan kami hanya mengerti sedikit sehingga pekerjaan kami menjadi tidak selesai.
Dan kami perlu diberitahukan oleh kakak yang ada di sana, tapi akhirnya kami selesai menyelesaikan tugas scouting skill sekaligus mendapat sebuah sertifikat scouting skill.
Setelah itu kami ke freetime actvit 1dan disana kami menyablon,membuat wayang dari kardus,membuat patung dari cetakan. Setelah di freetime actvity 2 kami melakukan out bound seperti melewati jaring tanpa menyentuh jaring tersebut,melompat dari ketinggian sambil memukul bola yang digantungkan disana,dan ada juga membuat jembatan yang ditaruh diatas balok kayu sambil menjaga keseimbangan badan.
Tidak terasa sudah sore sehingga kami harus mandi dan makan malam dan kami tidur dengan tenang saat malam hari.

HARI KETIGA

Saat kami bangun kami langsung mandi dan sarapan di tenda. Ada yang bertugas mengambil makan, mencuci alat makan dan mengambil galon untuk minum satu regu yang beranggotakan 11orang.
Kami bersiap-siap pergi ke ke Religious Activity. Disana kami melanjutkan tugas yang kami lakukan pada saat hari kedua. Karena kami sudah menyelesaikan tugas Scouting Skills maka kami tidak melakukan kegiatan Scouting Skills lagi. Kemudian kami diminta untuk beristirahat sebelum melakukan tugas di Freetime Activity 1. Setelah beristirahat selanjutnya kami ke Freetime Activity 1. Disana kami melanjutkan tugas Freetime Activity 1 dan juga pergi ke Freetime Activity 2. Kami menyelesaikan tugas dengan lebih cepat maka kami masih mempunyai waktu untuk Walk in. Kemudian kami pergi ke Culture Workshop. Disana kami dijelaskan sejarah tentang suku Flores, letak geografinya dan adat istiadat serta kebudayaannya. Lalu kami ke Scout Exhibition dan disana kami melihat pameran tentang sejarah dan hasil karya dari pramuka di Indonesia. Selanjutnya kami bersiap-siap untuk makan malam dan setelah itu mandi. Setelah itu kami melihat pentas dari kampung kuning sampai jam 22.00. Lalu kami tidur.

HARI KEEMPAT

Seperti biasa setelah bangun kami langsung mandi dan sarapan. Kami pergi ke Global Development Village . Disana kami diajarkan bagaimana melindungi dan menjaga dunia ini agar tetap lestari serta aman dari bencana alam. Bahkan kami diajarkan tentang ekosistem laut, bagaimana cara karang berkembang biak, bertumbuh sebagai bagian dari ekosistem laut. Kami juga pergi ke City of Science. Disana kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Ada yang belajar tentang Robotic, kekuatan dorongan air dan komputer. Setelah melakukan semua kegiatan itu kami diijinkan untuk beristirahat sekaligus makan siang. Lalu kami kembali ke Global Development Village dan saat disana kami dianggap Walk ini sehingga kami pergi ke sungai dan danau yang ada disekitar sana. Kami belajar tentang hewan-hewan yang ada diair yang kotor maupun air yang bersih. Sekaligus kami juga belajar tentang tingkatan-tingkatan air mana yang bersih dan mana yang kotor. Selanjutnya kami kembali ke Culture Worshop dan Scout Exhibition, disana kami hanya melakukan satu kegiatan saja. Setelah itu kami melakukan kegiatan rutin regu seperti merapihkan tenda yang berantakan dan makan malam.
Setelah makan malam kami menyaksikan pertunjukan dari kampung hijau. Saat pertunjukan ada beberapa penggalang yang melihat penampakan dan saat malam harinya ada anggota yang kerasukan. Lalu setelah mendengar cerita itu kami semua tidak dapat tidur sampai dengan jam 24.00. Akhirnya kami semua tertidur juga karena memang sudah sangat lelah.

HARI KELIMA

Bangun pagi kami melakukan kegiatan rutin pagi, mandi dan sarapan pagi. Setelah itu bersiap untuk pergi ke Taman Safari. Disana kami melihat hewan-hewan dari atas bus yang kami naiki. Selanjutnya kami mengikuti beberapa wahana seperti bumper boat yaitu perahu yang bertabrakan satu sama lain diatas sebuah kolam besar. Sungguh seru pengalaman naik bumper boat. Kami juga menonton sirkus yang menampilkan atraksi sepeda, badut, dan sulap. Kami juga pergi ke rumah hantu. Disana ada beberapa orang yang tidak berani melihat termasuk aku. Selanjutnya kami ke wahana sepeda air. Disana aku mengelilingi danau dan pada saat selesai aku tercebur ke dalam danau. Akupun ditolong petugas tetapi bajuku basah kuyup sehingga aku harus berganti baju. Jam 15.00 kami kembali ke bus dan melakukan perjalanan ke Gunung Geulis.
Sampai di perkemahan kami melakukan kegiatan rutin seperti biasa mandi dan makan malam. Setelah itu kami menyaksikan pertunjukan dari kampung biru. Saat itu tidak banyak peserta yang datang karena masih trauma dengan penampakan pada malam sebelumnya. Sepulang dari sana kami tidur.

HARI KEENAM

Seperti biasa setelah bangun kami langsung mandi dan sarapan. Pagi ini seharusnya ada kebaktian pagi, tetapi aku dan beberapa temanku tidak ikut karena kami tidak tahu. Selanjutnya kami Walk in dan melakukan kegiatan rutin regu seperti merapihkan tenda dan makan siang.
Kegiatan selanjutnya kami diminta untuk memilih kegiatan yaitu mendaki gunung atau menanam 160 pohon. Kami semua memilih mendaki gunung. Kami mendaki mulai jam 12.00 dan diperkirakan sampai jam 15.00. Saat mendaki gunung kami melewati perkampungan, sebuah sungai dan perkebunan singkong yang ada di puncak gunung. Sampai di puncak kami duduk-duduk sebentar dan melanjutkan perjalanan turun. Sampai di perkemahan jam 15.30.
Selanjutnya kami punya waktu merapihkan barang-barang kami ke dalam koper serta Sleeping bag. Kami juga membongkar tenda. Setelah itu karena malam ini adalah malam terakhir maka kami semua bersiap ke lokasi Evening Activity untuk menyaksikan persembahan dari setiap kontingen.
Setelah itu kami memasukkan barang-barang bawaan kami ke atas truk yang akan membawa kami kembali ke Bekasi. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang aku rasakan selama disana. Sampai jumpa di Pekan Kekerabatan 9.

Selasa, 23 September 2008

Cultural Workshop dalam Jambore






Culture workshop atau sanggar budaya adalah sanggar tempat kita mempelajari seni budaya tradisional dari setiap kontingen. Karena itulah Culture Workshop terdiri dari 15 stand, dari setiap kontingen. Karena menyangkut budaya, letak Culture Workshop bersama dengan Scout Exhibition dan Culinary Heritage.
Setiap sanggar yang didirikan sangat menarik.
Kontingen Jakarta menyediakan tiga sanggar. Yang pertama adalah tari betawi dengan lagu ondel-ondel. Sanggar kedua modern dance dan yang ketiga budaya Flores. Kakak-kakak yang mengajari kami sangat baik. Kami tidak bosan. Selain kontingen Jakarta, masih ada sanggar yang mengajari kami tarian daerah mereka. Yaitu kontingen Palembang
Kakak-kakak dari kontingen Bandung mengajari kami bermain suling untuk mengiringi lagu daerahnya, cingcangkeling. Suling yang dipakai adalah suling asli dari Bandung yang dibuat dari bambu. Disini kita bisa memainkan sulingnya hingga berulang kali hingga kami benar-benar bisa. Tidak hanya kontingen Bandung yang mengajari kami memainkan alat musik, tetapi juga dari Palembang, Malang dan lainnya.
Sanggar kontingen Yogyakarta mengajari kami membatik. Namanya batik celup. Caranya, kami mengambil batu yang akan dibungkus dengan kain. Kain yang digunakan adalah kain yang sudah bermotif batik dan diikat dengan karet. Setelah itu dicelupkan kedalam pewarna dan dijemur. Karena itu, namanya adalah batik celup. Hanya sanggar dari Yogyakarta yang mengajarkan kami membatik.
Itu hanya sebagian kegiatan yang dapat kami jelaskan di sini. Masih ada kontingen lain yang mengajari kami menjahit kain dan memainkan permainan khas daerahnya.
Manfaat mengikuti Culture Workshop sangat banyak. Selain bisa mempelajari kesenian-kesenian tradisional, kita juga mendapatkan banyak teman baru. Disini kami bermain sambil belajar, karena itu kita tak akan merasa bosan. Justru sebaliknya, kita akan senang dan mau lagi...lagi...dan lagi!
(Stephanie Blondy.8B, Janice Kristina.8C SMP Pax Ecclesia)

Rabu, 10 September 2008

Pengalaman saat Jambore Jabalambang VIII



Namaku Brendan. Saya dari SD. Maria Fransiska. Saat liburan besar ini aku mengikuti Jambore Pekan Kekerabatan VIII yang diikuti oleh kontingen se-Jabalambang [ Jawa, Bali, Lampung, Palembang]. Kami termasuk dalam kontingen Jakarta. Dari SD Maria Fransiska, kami berenam, saya, Vito, Evita, Arthur, Reinhard, dan Clara. Kami ikut dengan rombongan dari SMP Pax Ecclesia. Jambore tersebut berlangsung mulai tanggal 28 Juni dan berakhir pada tanggal 3 Juli.
Pada tanggal 27 Juni kami berangkat dengan truk dan sampai disana sekitar jam 15.00. Sore itu kami berkesempatan mendirikan tenda, jalan jalan, makan mi rebus dan bersantai dulu sambil menikmati pemandangan di gunung geulis yang indaaaahhh sekali. Malamnya kami tidur di tenda masing masing. Tetapi, walaah malam hari hujan turun. Tenda kami basah, tidak bisa menahan air yang terus menerus ngerembes. Terpaksa kami mengungsi di pos sekretariat kampung kami. Oh... ya, ada 4 kampung di jambore ini yaitu Green Wood Village, Blue Ocean Village, Red Hill Village, dan Yellow Rock Village. Besoknya dalam upacara pembukaan , aku terpilih menjadi pengibar bendera kontingen Surakarta. Pada acara food festival malam harinya, aku bertandang ke tenda Palembang. Di sana aku dijamu pempek Palembang, kan lumayan enak dan gratis. Besoknya setelah sarapan indomie, kami mengikuti kegiatan religious activities. Disana kami membuat rosario, pohon harapan. Setelahnya kami mengikuti scouting skill dan mendapatkan sertifikat scouting skill, yess! Juga, aku masih sempat mengikuti kegiatan di FTA1 dan FTA2. Di FTA1 aku mengikuti berbagai kegiatan seperti membuat wayang, patung gips, mosaik, papercraft dan masih banyak lagi. Di FTA2 aku mengikuti Squirrel jump, Spider web, Crocodile Bridge, dan Cargo net. Tiap malam ada evening activities yang amat seru. Kegiatan lainnya seperti walk in, culinary heritage, culture workshop, scout exhibition, global development village, hiking, dan animal kingdom excursion menunggu partisipasi saya. Akibatnya jambore kali ini memberikan berjutaaaa-jutaaa kenangan bagiku, mulai dari hari pertama sampai hari ketujuh, semuanya memberikan nuansa tersendiri bagiku. Aku ingiiiin sekali ikut jambore lagi, yang penuh dengan tantangan dan rintangan…..Salam Pramuka. (Brendan Ardyanta Putra, kelas 5)

Pramuka tidak menarik?






PRAMUKA TIDAK MENARIK?

Kemarin seorang siswa saya tanya, apakah ia mau menjadi Pramuka? Jawaban yang diperoleh negative. Dia tidak suka menjadi pramuka, dia malu kalau harus berseragam pramuka. Ketika ditanyakan mengapa dia tidak suka. Dia menjawab, apa gunanya menjadi seorang pramuka. Latihannya tidak menarik, hanya bernyanyi-nyanyi dan bertepuk tangan. Paling-paling yang dilatihkan tali temali, semaphore atau morse, selebihnya hanya baris-berbaris. Jawaban siswa tersebut tidak seluruhnya salah. Memang di banyak sekolah seringkali kegiatan pramuka tidak ada. Yang ada hanyalah siswa pada hari-hari tertentu berseragam pramuka. Kalaupun ada kegiatan itu hanyalah sedikit nyanyi, berhaha-hehe, bertepuk tangan dan mungkin baris berbaris. Itupun kalau kebetulan ada guru yang sedikit mempunyai perhatian kepada Pramuka.
Apakah itu saja yang dilakukan seorang pramuka? Pasti bukan! Jika ditelusuri apa sebenarnya kegiatan pramuka itu, pastilah setiap pemuda akan menyukainya. Pada tahun 2007 ini dirayakan 100 tahun kepanduan di dunia ini. Kepanduan dunia telah berumur 100 tahun! 100 tahun lalu Lord Baden Powell mengadakan perkemahan dengan beberapa pemuda di Brownsea Island. Kegiatan ini dipandang sebagai lahirnya kepanduan dunia. Lord Baden Powell ingin memfasilitasi anak-anak muda yang ingin mengabdikan dirinya untuk setia kepada Tuhan, tanah air, sesama dan alam lingkungan hidup. Untuk itu anak-anak muda diajari mampu mandiri, bekerja dan tolong menolong. Dalam rangka kemandirian ini, seorang pramuka diajak berlatih keras untuk mendapatkan keterampilan hidup. Memasak sendiri, tidur di kemah yang sederhana, berpetualang di alam terbuka, memiliki keterampilan berkelana, memanjat, menggunakan tali untuk menuruni lembah atau jurang, menolong orang yang terluka dan celaka dll. Dia harus mampu hidup sederhana, menggunakan hal-hal yang ada di sekitarnya untuk menyelamatkan dirinya dan orang lain. Tidakkah ini menarik? Bukankah kita harus berjuang untuk hidup mandiri? Atau ................ kita seumur hidup hanya mau tergantung kepada orang lain? Bukan itu yang dilakukan di Gugusdepan Pramuka yang berpangkalan di PAX ECCLESIA! Lihat saja foto-fotonya ! (HT)

Selasa, 09 September 2008

Kelompok Bermain Maria Yacintha



Kelompok bermain adalah kelompok anak-anak yang berusia 2 sampai 4 tahun. Disinilah anak dapat bermain sambil belajar untuk mengembangkan kemampuan social emosional, motorik, bahasa, pengetahuan dan seni. Anak dapat belajar untuk mengenal sesamanya, sebab dengan berkumpul anak-anak akan mendapat banyak sekali pelajaran yang berguna bagi dirinya sendiri dan mengenal berbagai karakter anak lain. Anak yang semula hanya mengenal lingkungan di rumah (papa, mama, kakak, adik dan pembantunya) sekarang dia harus mengenal lingkungan yang lebih luas lagi yaitu lingkungan sekolah. Di sana ia bertemu dengan teman, guru, kepala sekolah dan karyawan kebersihan di sekolah. Dia harus mengenal peraturan kelompok. Selain itu ia juga harus belajar untuk berbagi dengan teman. Lalu ia juga harus berusaha untuk mandiri dan belajar untuk tidak selalu ditolong. Pendek kata KB memberikan kesempatan pada anak usia dini untuk mulai bersosialisasi dengan lingkungannya. Kelompok Bermain juga membantu anak untuk dapat menggali bakatnya sejak dini. Begitulah Kelompok Bermain Maria Yacintha! KB Maria Yashinta berusaha menggali dan mengembangkan bakat anak, dengan mengikutsertakan anak dalam berbagai lomba yang sesuai dengan usianya. Misalnya lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh HIMPAUDI. Tujuannya adalah untuk melatih ketrampilan dan keberanian anak. Di bidang ini seorang siswa telah berhasil meraih juara II. Lomba makan sehat yang diselenggarakan oleh TK Al-Azhar bertujuan untuk membiasakan anak mengkonsumsi makanan yang sehat (sayur, lauk, buah). Sehingga anak tidak hanya mengetahui dan mengkonsumsi makanan cepat saji yang umumnya memiliki gizi kurang baik. Selain itu melatih anak untuk mengetahui dan mematuhi etika makanan yang baik. Dalam bidang ini seorang siswa TK Maria Yashinta berhasil menjadi juara pertama. Dengan keberhasilan ini dia merasa bangga karena ia dapat memperoleh prestasi dengan usahanya sendiri. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan usia dini membuat anak dapat tumbuh baik dengan giat bermain dalam kelompoknya. KB Maria Yacintha tidak mau menyia-nyiakan kepercayaan orangtua yang telah memberikan kesempatan kepada anaknya untuk memulai pendidikan usia dini di KB Maria Yashinta. Seluruh guru dan karyawan siap membantu anak untuk menggali bakat mereka. Diharapkan dengan pembinaan dan pendidikan usia dini yang baik di Maria Yacintha, anak dapat memiliki kemampuan intelektualitas dan moralitas yang baik dan dapat menjadi kebanggaan orangtua dan guru, dapat menjadi generasi penerus bangsa yang mampu memajukan dan membangun bangsa dan Negara Indonesia. ■K

Kamis, 04 September 2008

Panjat Tebing di SD Maria Fransiska



Di sekolahku, ada beberapa macam kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya adalah panjat tebing. Ada beberapa teman-temanku yang mengikutinya, karena panjat tebing itu sungguh mengasyikkan. Ada beberapa saran dan pendapatku tentang kegiatan ekskul panjat tebing di sekolahku. Saranku adalah, agar tebingnya dipertinggi, agar kita lebih berani menghadapi tantangan. Meskipun tebing yang sekarang ada di sekolahku cukup tinggi, tapi cobalah yang lebih ekstrim/menantang. Dari kecil, kita harus belajar keberanian pada ketinggian dan yang paling pasti keamanan harus terjaga ketat, agar kita tidak mengalami kecelakaan. Dan pendapatku tentang panjat tebing ini adalah kegiatan yang sungguh mengasyikkan, mengajarkan kita keberanian pada ketinggian, menjadi anak yang aktif, dan menjadikan badan sehat juga. Karena panjat tebing juga termasuk olahraga ekstrim. Oke deh, itulah saran dan pendapatku tentang panjat tebing di sekolahku SD. Maria Fransiska.
(Anya 5B)